Jl. Argoboga, Salatiga, Jawa Tengah

Selasa, 06 Oktober 2015

STUDY TOUR BALI 2015

Study Tour Bali 2015
Senin 28 September 2015, SMP Negeri 10 Salatiga mengadakan kegiatan Study Tour Bali 2015 dengan tema THE GREATEST OF BALI DEVATA ; NATURE, CULTURE, AND EDUCATION. Sebelum berangkat ke Bali diadakan upacara pemberangkatan yang dipimpin langsung oleh Bapak Kepala Sekolah, Drs. Bambang Subiyakto, M.Pd. dan pengarahan secara teknis oleh Bapak Handoyo, S.Pd. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas IX dan beberapa guru pendamping dengan armada 4 (empat) Bus.

Setelah upacara pemberangkatan selesai seluruh peserta masuk ke bis dan mulai berangkat menuju ke pelabuhan ketapang sekitar dengan perjalanan selama kurang lebih 18 jam dan tiba di pelabuhan ketapang pada pukul 02.00 WIB. Perjalanan dari Pelabuhan Ketapang ke Pelabuhan Gilimanuk kira-kira satu setengah jam saja, tiba di pelabuhan gilimanuk pada pukul 04.00 WITA. Selanjutnya rombongan melakukan perjalanan ke obyek wisata Tanah Lot. Waktu yang dibutuhkan kira-kira 3-4 jam perjalanan. Sesampainya di tanah lot seluruh rombongan menikmati keindahan alam di tanah lot.

Tanah Lot
Tanah Lot merupakan sebuah objek wisata di Bali, Indonesia. Di sini ada dua pura yang terletak di atas batu besar. Satu terletak di atas bongkahan batu dan satunya terletak di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu. Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Dang Kahyangan. Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut. Tanah Lot terkenal sebagai tempat yang indah untuk melihat matahari terbenam. Menurut legenda, pura ini dibangun oleh seorang brahmana yang mengembara dari Jawa, yaitu Danghyang Nirartha yang berhasil menguatkan kepercayaan penduduk Bali akan ajaran Hindu dan membangun Sad Kahyangan tersebut pada abad ke-16. Pada saat itu, penguasa Tanah Lot yang bernama Bendesa Beraben merasa iri kepadanya karena para pengikutnya mulai pergi untuk mengikuti Danghyang Nirartha. Bendesa Beraben kemudian menyuruh Danghyang Nirartha meninggalkan Tanah Lot. Danghyang Nirartha menyanggupi, tetapi sebelumnya ia dengan kekuatannya memindahkan Bongkahan Batu ke tengah pantai (bukan ke tengah laut) dan membangun pura di sana. Ia juga mengubah selendangnya menjadi ular penjaga pura. Ular ini masih ada sampai sekarang dan secara ilmiah ular ini termasuk jenis ular laut yang mempunyai ciri-ciri berekor pipih seperti ikan, warna hitam berbelang kuning dan mempunyai racun 3 kali lebih kuat dari ular cobra. Akhirnya disebutkan bahwa Bendesa Beraben menjadi pengikut Danghyang Nirartha.

Penangkaran Penyu, Pulau Penyu Tanjung Benoa
Obyek wisata berikutnya yaitu Pulau Penyu Tanjung Benoa. Perjalanan dari Tanah Lot ke Tanjung Benoa kira-kira 2-3 jam. Pulau Penyu yang merupakan kawasan konservasi penyu di Tanjung Benoa. Dari pantai, menuju pulau penyu dilakukan dengan berlayar sekitar 30 menit dengan perahu. Perahu yang digunakan untuk berlayar pun cukup unik. Bagian bawah perahu ini terbuat dari kaca transparan. Hal ini bisa memudahkan untuk melihat keindahan alam bawah laut di perairan Tanjung Benoa. Setibanya di Pulau Penyu, bisa melihat penyu mulai dari masih berbentuk telur, tukik sampai dengan penyu dewasa. selain penyu juga terdapat beberapa jenis satwa, antara lain ular, kelelawar, dan juga burung. 

Setelah dari pulau penyu Tanjung Benoa, rombongan menuju ke Puja Mandala untuk melakukan ibadah sesuai dengan agama masing-masing. Puja Mandalan adalah sebuah Kompleks yang berlokasi di Jl. Kuru Setra Bualu Benoa Nusa Dua Bali. Di dalam kompleks ini berdiri kelima tempat ibadah yang terdiri dari Masjid, Gereja Katolik, Wihara, Gereja Kristen Protestan dan Pura. Seluruhnya tertata rapi, berdiri anggun, megah, dengan tinggi bangunan yang rata & sejajar, memiliki nilai estetika dan spiritual tentunya. 

Pantai Pandawa
Setelah dari puja mandala perjalanan berikutnya yaitu ke pantai Pandawa. adalah salah satu kawasan objek wisata yang berada di Bali tepatnya di Desa Kutuh, Kecamatan Kutu Selatan, Kabupaten Badung. Pantai Pandawa juga sering dikenal dengan nama Pantai Kutuh, dan kadang juga disebut sebagai pantai rahasia (Secret Beach) karena letaknya berada dibelakang tebing. Selain tebing-tebing yang tinggi, kalian juga akan mendapati patung-patung pewayangan lima pandawa yaitu patung Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa. Kelima patung tersebut akan kita dapati saat memasuki kawasan Pantai Pandawa. Kelima patung itu pula dipasang didalam tebing-tebing, sehingga pengunjung yang datang akan melihat berjejer kelima patung-patung tersebut secara berurutan. Hal yang menarik lainnya yang bisa kalian dapati di Pantai Pandawa adalah dengan pesona pantainya itu sendiri. Keindahan pantai pandawa tidak perlu diragukan lagi, sejak akses jalannya yang telah dimudahkan kini pantai ini sering diramaikan oleh pengunjung, baik itu wisatawan domestik maupun mancanegara. Suara deru air ombak disertai dengan hamparan pasir putih yang mempesona menjadikan pantai ini semakin indah mempesona, di pantai ini kita dapat bermain air dan menaiki perahu kano mengelilingi pantai.

Patung Garuda, Garuda Wisnu Kencana (GWK)
Perjalanan berikutnya yaitu ke obyek wisata Garuda Wisnu Kencana. Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, disingkat GWK, adalah sebuah taman wisata di bagian selatan pulau Bali. Taman wisata ini terletak di tanjung Nusa Dua, Kabupaten Badung, kira-kira 40 kilometer di sebelah selatan Denpasar, ibu kota provinsi Bali. Di areal taman budaya ini, direncanakan akan didirikan sebuah landmark atau maskot Bali, yakni patung berukuran raksasa Dewa Wisnu yang sedang menunggangi tunggangannya, Garuda, setinggi 12 meter. Di kawasan ini terdapat juga Patung Garuda yang tepat di belakang Plaza Wisnu adalah Garuda Plaza di mana patung setinggi 18 meter Garuda ditempatkan sementara. Pada saat ini, Garuda Plaza menjadi titik fokus dari sebuah lorong besar pilar berukir batu kapur yang mencakup lebih dari 4000 meter persegi luas ruang terbuka yaitu Lotus Pond. Pilar-pilar batu kapur kolosal dan monumental patung Lotus Pond Garuda membuat ruang yang sangat eksotis. Dengan kapasitas ruangan yang mampu menampung hingga 7000 orang,Lotus Pond telah mendapatkan reputasi yang baik sebagai tempat sempurna untuk mengadakan acara besar dan internasional. Terdapat juga patung tangan Wisnu yang merupakan bagian dari patung Dewa Wisnu. Ini merupakan salah satu langkah lebih dekat untuk menyelesaikan patung Garuda Wisnu Kencana lengkap. Karya ini ditempatkan sementara di daerah Tirta Agung. di GWK juga terdapat gedung teather, di sini peserta study tour dapat melihat tari kecak. Setelah dari GWK, seluruh peserta menginap di hotel.

Gapura Istana Kepresidenan Tampak Siring
Keesokan harinya, Rabu tanggal 30 September 2015, pukul 07.00 WITA seluruh peserta harus sudah siap dan mulai berangkat menuju Istana Presiden Tampak Siring. Seluruh peserta wajib menggunakan seragam yang resmi dan sopan untuk dapat masuk ke Istana Presiden Tampak Siring. Istana Kepresidenan Tampak siring berlokasi di atas perbuktian di Desa Tampaksiring, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Pulau Bali. Merupakan satu-satunya istana kepresidenan yang dibangun masa pemerintahan Indonesia yang dibangun pada tahun 1957 - tahun 1960, sepenuhnya ditangani oleh putra-putra Indonesia, atas prakasa Presiden I Republik Indonesia : Soekarno. Nama Tampaksiring diambil dari dua buah kata bahasa Bali, tampak (bermakna telapak) dan siring (bermakna miring). Menurut legenda yang terekam pada daun lontar Usana Bali, nama itu berasal dari bekas tapak kaki seorang raja yang bernama Mayadenawa. Kawasan hutan yang dilalui Raja Mayadenawa dengan berjalan di atas kakinya yang dimiringkan itulah wilayah ini dikenal dengan nama Tampaksiring. Komplek Istana Kepresidenan Tampaksiring kini terdiri dari lima gedung utama dan satu pendapa. Dua gedung utama diberi nama Wisma Merdeka dan Wisma Negara yang dipisahkan oleh celah bukit sedalam lebih kurang 15 meter namun terhubung dengan jembatan sepanjang 40 meter, tiga gedung utama yang lainnya diberi nama Wisma Yudhistira, Wisma Bima, dan ruang untuk konferensi, serta Balai Wantilan.

Setelah selesai dari Istana Tampak Siring, rombongan peserta melanjutkan perjalanan wisata ke pantai Sanur. Tiba disana kira-kira sampai pukul 12.00 WITA. Pantai Sanur adalah sebuah tempat wisata yang terkenal di pulau Bali. Tempat ini letaknya adalah persis di sebelah timur kota Denpasar, ibukota Bali. Sanur berada di Kotamadya Denpasar. Karena memiliki ombak yang cukup tenang, maka pantai Sanur tidak bisa dipakai untuk surfing layaknya Pantai Kuta. Tak jauh lepas Pantai Sanur terdapat juga lokasi wisata selam dan snorkeling. Oleh karena kondisinya yang ramah, lokasi selam ini dapat digunakan oleh para penyelam dari semua tingkatan keahlian. Pantai Sanur juga dikenal sebagai Sunrise beach (pantai Matahari terbit) sebagai lawan dari Pantai Kuta. Karena lokasinya yang berada di sebelah timur pulau Bali, maka pantai Bali ini menjadi lokasi yang tepat untuk menikmati sunrise atau Matahari terbit. Hal ini menjadikan tempat wisata ini makin menarik, bahkan ada sebuah ruas di pantai Sanur ini yang bernama pantai Matahari Terbit karena pemandangan saat Matahari terbit sangat indah jika dilihat dari sana. Sepanjang pantai Bali ini menjadi tempat yang pas untuk melihat Matahari terbit. Apalagi sekarang sudah dibangun semacam sanderan yang berisi pondok-pondok mungil yang bisa dijadikan tempat duduk-duduk menunggu Matahari terbit. Selain itu, ombak di pantai ini relatif lebih tenang sehingga sangat cocok untuk ajang rekreasi pantai anak-anak dan tidak berbahaya. Selain itu, pengunjung bisa melihat Matahari terbit dengan berenang di pantai. Sebagian kawasan pantai ini mempunyai pasir berwarna putih yang eksotis. Dilengkapi dengan pohon pelindung, pengunjung bisa duduk-duduk sambil menikmati jagung bakar ataupun lumpia yang banyak dijajakan pedagang kaki lima.

Museum Braja Sandi
Setelah berlama-lamaan di Pantai Sanur, rombongan kembali melakukan perjalanan ke museum braja sandi. Monumen Bajra Sandhi merupakan Monumen Perjuangan Rakyat Bali untuk memberi hormat pada para pahlawan serta merupakan lambang pesemaian pelestarian jiwa perjuangan rakyat Bali dari generasi ke generasi dan dari zaman ke zaman serta lambang semangat untuk mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari 17 anak tangga yang ada di pintu utama, 8 buah tiang agung di dalam gedung monumen, dan monumen yang menjulang setinggi 45 meter. Lokasi monumen ini terletak di depan Kantor Gubernur Kepala Daerah Provinsi Bali yang juga di depan Gedung DPRD Provinsi Bali Niti Mandala Renon persisnya di Lapangan Puputan Renon. Monumen ini dikenal dengan nama “Bajra Sandhi” karena bentuknya menyerupai bajra atau genta yang digunakan oleh para Pendeta Hindu dalam mengucapkan Weda (mantra) pada saat upacara keagamaan. Monumen ini dibangun pada tahun 1987, diresmikan oleh Presiden Megawati Sukarno Putri pada tanggal 14 Juni 2003. Tujuan pembangunan monumen ini adalah untuk mengabadikan jiwa dan semangat perjuangan rakyat Bali, sekaligus menggali, memelihara, mengembangkan serta melestarikan budaya Bali untuk diwariskan kepada generasi penerus sebagai modal melangkah maju menapak dunia yang semakin sarat dengan tantangan dan hambatan. Didalam museum itu terdapat perkembangan dan sejarah perjuangan rakyat bali. 

Setelah dari museum, selanjutnya ke pantai kuta, ialah pantai yang paling terkenal di Pulau Bali. Tiba di pantai pada pukul 04.00 WITA, jadi kita dapat menyaksikan Sunset di Pantai Kuta. Pantai Kuta sering pula disebut sebagai pantai matahari terbenam (sunset beach). Pantai Kuta terkenal memiliki ombak yang bagus untuk olahraga selancar (surfing), bisa juga untuk berenang. Setelah puas menikmati sunset di pantai Kuta, kemudian mandi dan dilanjutkan ke Khrisna untuk berbelanja, selanjutnya seluruh peserta kembali ke hotel untuk beristirahat. Pada malam hari, di hotel di adakan pelantikan pramuka penggalang.

Pada hari Kamis, 02 Oktober 2015 seluruh peserta telah bersiap-siap untuk kembali Salatiga tercinta :-) . Sebelum kembali ke Salatiga, mampir dulu ke Joger. Joger adalah sebuah toko sejenis galeri yang menjual berbagai barang-barang kerajinan seni dan batik. Joger dahulu bernama "Art & Batik Shop Joger". Seiring berjalannya waktu, Joger menjelma menjadi sebuah pusat oleh-oleh di Bali yang bisa disejajarkan dengan Krisna maupun Pasar Sukowati. Kata Joger sendiri diambil dari perpaduan dari nama sang pemilik yaitu Joseph Theodorus Wulianadi dengan sahabat karibnya yang bernama Mr.Gerhard Seeger dimana yang huruf E-nya dibaca seperti kata "enak" atau pada kata "ekonomi". Joger didirikan pada tanggal 19 Januari 1981 dengan bantuan dana dari si sahabat bulenya yang menghibahkan uang sebesar US$ 20.000 sebagai hadiah pernikahan si pemilik Joger sekarang yaitu Joseph Theodorus Wulianadi. barang yang dipajang mayoritas berupa barang-barang kerajinan khas Bali seperti ukiran. Terdapat juga barang seperti sandal, tas, gantungan kunci, hiasan meja, hiasan dinding, kaos, topi, jaket, celana, dan lain-lain.

Danau Bedugul
Setelah dari Joger, obyek wisata berikutnya yaitu ke danau bedugul. Disana mereka menikmati keindahan danau bedugul. Setelah itu rombongan peserta kembali pulang ke Salatiga, sampai di Salatiga pada hari Jum’at, 02 Oktober 2015 pada pukul 11.00 WIB.

Penulis : Anggoro Wicaksono - 9G/2015
Share:

Jumat, 25 September 2015

PERINGATAN HARI RAYA IDUL ADHA DI SMP 10 SALATIGA

Sholat Ied di Halaman SMPN 10 Salatiga 1436H
Kamis 24 September 2015, SMP Negeri 10 Salatiga mengadakan sholat Idul Adha 1436 H bersama dan pada keesokan harinya, Jumat 25 September 2015 dilanjutkan dengan penyembelihan hewan qurban, 1 ekor sapi dan 1 ekor kambing. Hewan qurban ini didapat dari berbagai macam sumber. Pertama melalui infaq siswa yang digelar tiap jumat. Kedua, melalui qurban pribadi bapak/ibu guru dan keluarga, serta qurban dari siswa-siswi.


Pukul 06.00 WIB para siswa dan bapak/ibu guru yang mengikuti sholat Ied mulai berkumpul dihalaman SMP Negeri 10 Salatiga. Sekitar pukul 06.15 WIB sholat Ied dilaksanakan, dengan imam dan khotib Ust. Nurahman . Sholat Ied berjalan dengan khidmat meskipun digelar dengan sederhana. 

Penyembelihan Hewan Kurban
Penyembelihan hewan kurban dilakukan di halaman SMP Negeri 10 Salatiga. Anggota OSIS dikerahkan untuk membantu kegiatan penyembelihan supaya proses bisa berjalan dengan lancar. berikut daftar anggota OSIS yang menjadi panitia peringatan Hari Raya Idul Adha :

Menata tikar               : Fanisa,Hafis,Yanu,Alinda,Mei, Salza,Yeni, Dimas, Aris,Wisnu,Nabila,Via,                                           Dani Arneta,Nanda,Indra,
Membagi daging         : Septia Indah,
Tim peliput informasi : Mei,Maharani,Yanu,Riski Anang.

Seluruh tim penyembelihan bekerja masing-masing sesuai dengan kemampuannya, ada yang menyembelih, ada yang mengkuliti dan ada pula yang memotong daging ataupun tulang menjadi kecil-kecil. Setelah hampir 3 jam kegiatan berlangsung, daging-daging berpotongan sudah siap dibagikan kepada seluruh siswa yang sudah mendapatkan kupon sebelumnya.

Penulis : Maharani


Share:

Selasa, 15 September 2015

JUARA III MENYANYI LAGU PERJUANGAN TINGKAT KOTA SALATIGA

Zidan Abdee Mahendra, Juara III Menyanyi Lagu Perjuangan Tingkat Kota Salatiga

Juara III Menyanyi Lagu Perjuangan Tingkat Kota Salatiga

Zidan Abdee Mahendra, Juara III Menyanyi Lagu Perjuangan Tingkat Kota Salatiga

Share:

JUARA I KEJUARAAN KARATE PIALA PELAJAR TINGKAT NASIONAL

Juara I Kejuaraan Karate Piala Pelajar Tingkat Nasional 2015

Krisna Vilsuf, Juara I Kejuaraan Karate Piala Pelajar Tingkat Nasional 2015

Juara I Kejuaraan Karate Piala Pelajar Tingkat Nasional 2015



Share:

PROFIL KETUA OSIS SMPN 10 SALATIGA PERIODE 215/2016

Wisnu Pradana Ketua OSIS SMPN 10 Salatiga Periode 2015/2016

Wisnu Pradana, Anak satu-satunya dari pasangan Bapak Sugianto dan Ibu Budi Rahayu. Wisnu Pradana lahir di Magelang pada tanggal 05 November 2001 dan dibesarkan di dusun Kendal,Desa Jetak,Kecamatan Getasan,Kabupaten Semarang sampai sekarang.

Pada tahun 2005 ia memulai masa kecilnya dengan bersekolah di TK Pertiwi Kecamatan Ngablak. Pada tahun 2007 ia tamat, kemudian melanjutkan sekolahnya di SD Negeri Pandean 1 Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. 

Wisnu Pradana yang bercita-cita menjadi guru olahraga adalah anak yang tekun dan memiliki hobi berolahraga bola voli dan tenis meja. Karena ketekunannya ia berhasil meraih Juara 2 lomba bola voly tingkat kabupaten magelang th.2013, juara 1 tenis meja tingkat kec.ngablak th.2013, juara 1 bola voly tingkat kec.ngablak th.2013. 

Kemudian pada tahun 2014 ia melanjutkan sekolahnya di SMP Negeri 10 Salatiga sampai sekarang ini. Di SMP Negeri 10 Salatiga Wisnu Pradana termasuk anak yang mudah bergaul dan selalu aktif mengikuti kegiatan di sekolah. Pada Pemilihan Ketua OSIS kemarin ia mencalonkan diri sebagai kandidat ketua OSIS dan akhirnya terpilih menjadi ketua OSIS SMP Negeri 10 Salatiga masa bakti 2015-2016.
Share:

PELANTIKAN PENGURUS OSIS 2015-2016

Penyerahan Bendera OSIS Pengurus Lama 2014/2015
SMP Negeri 10 Salatiga, melaksanakan pelantikan pengurus OSIS baru untuk masa bakti 2015-2016. Ketua OSIS SMP periode sebelumnya dijabat oleh Zidan Abdee Mahendra kini telah digantikan oleh Wisnu Pradana.
Penyerahan Bendera OSIS ke Pengurus Baru 2015/2016
Upacara pelantikan ini dimulai pukul 07.00 WIB pada tanggal 14 September 2015, bertempat di Lapangan Upacara SMP Negeri 10 Salatiga. Upacara pelantikan diikuti oleh seluruh siswa dan guru serta karyawan SMP Negeri 10 Salatiga. 
Pengucapan janji OSIS oleh pengurus OSIS masa bakti 2015/2016
Adapun susunan upacara pelantikan adalah sebagai berikut :
  • Pengurus OSIS masa bakti 2014/2015 dan seluruh siswa SMP dan SMP Negeri 10 Salatiga mengambil tempat di Lapangan Upacara.
  • Penyerahan Jabatan Ketua OSIS oleh ketua OSIS masa bakti  2014/2015 kepada ketua OSIS masa bakti 2015/2016
  • Pembacaan surat keputusan oleh Kepala Sekolah
  • Pelantikan secara resmi oleh Kepala sekola
  • Pengucapan janji OSIS oleh pengurus OSIS masa bakti 2015/2016
Selamat bekerja untuk pengurus OSIS yang baru, semoga bisa membawa nama SMP Negeri 10 Salatiga menjadi lebih baik lagi.   
Share:

NETENZA PEDULI

Tak terasa sudah 4 bulan berlalu sejak munculnya virus korona yang merebak di Indonesia. Banyak sektor yang terdampak atas penyebaran vi...