Jl. Argoboga, Salatiga, Jawa Tengah

Selasa, 01 April 2014

Pohon di Sekolah


Program sekolah adiwiyata di SMP Negeri 10 Salatiga dimulai akhir Januari 2014, gairah warga sekolah menggelora. Peserta didik berkelompok dari masing-masing kelas menyumbang sebatang pohon untuk sekolah sebagai bentuk partisipasi. Sekolah adiwiyata yang bersih, hijau, asri dan membuat kerasan warga sekolah. Maka,warga sekolah menanam berbagai jenis pohon di sekolah. 

Sekolah telah menyiapkan pot aneka bentuk dan ukuran juga media tanamnya untuk memindahkan pohon dan bunga sumbangan siswa. Sekolah membuat jadwal setiap kelas dan guru yang dibantu tenaga tukang kebun sekolah bersama turun tangan merawatnya. ”Yang pasti semua warga sekolah berpartisipasi dalam mensukseskan program adiwiyata ini,”. berikut beberapa daftar tanaman yang ada di SMP Negeri 10 salatiga :

No
Nama
1
Kelapa (Cocos nucifera)
2
Kersen (Muntingia calabura)
3
Mangga (Mangifera indica)
4
Pisang (Musa paradisiaca)
5
Rambutan (Nephelium lappaceum)
6
Jati (Tectona grandis)
7
Jahe (Zingiber officinale)
8
Singkong (Manihot esculenta)
9
Palem Raja (Roystonea regia)
10
Nyamplung atau Calophyllum inophyllum L.,
11
Filicium decipiens
12
Palem kuning (Crysalidocarpus)
13
Palm wregu R. excelsa.
14
Beringin (Ficus benjamina)
15
Jambu batu (Psidium guajava)
16
bougainville; nama ilmiah: Bougainvillea glabra)
17
Trembesi (Albizia saman sinonim Samanea saman)
18
Mindi (Melia azedarah L.)
19
Kaladium (Caladium)
20
Pohon damar (Agathis dammara)
21
Puring (Codiaeum variegatum)
22
Andong  (Cordyline fruticosa)
23
katapang (Terminalia catappa)
24
Macam-macm tanaman hias
25
Tanaman obat keluarga

1. Kelapa (Cocos nucifera)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan                      Plantae
(tidak termasuk)          Monocots
(tidak termasuk)          Commelinids
Ordo                            Arecales
Famili                          Arecaceae
Upafamili                    Arecoideae
Bangsa                        Cocoeae
Genus                          : Cocos
Spesies                        : C. nucifera
Nama binomial            : Cocos nucifera L.

Kelapa (Cocos nucifera) adalah anggota tunggal dalam marga Cocos dari suku aren-arenan atau Arecaceae. Tumbuhan ini dimanfaatkan hampir semua bagiannya oleh manusia sehingga dianggap sebagai tumbuhan serbaguna, terutama bagi masyarakat pesisir. Kelapa juga adalah sebutan untuk buah yang dihasilkan tumbuhan ini. Tumbuhan ini diperkirakan berasal dari pesisir Samudera Hindia di sisi Asia, namun kini telah menyebar luas di seluruh pantai tropika dunia.

2. Kersen (Muntingia calabura)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan                      Plantae
Divisi                           Magnoliophyta
Kelas                           Magnoliopsida
Ordo                            Malvales
Famili                          Muntingiaceae
Genus                          : Muntingia L.
Spesies                        : M. calabura
Nama binomial            : Muntingia calabura L.

Kersen atau talok (Muntingia calabura L.) adalah sejenis pohon sekaligus buahnya yang kecil dan manis berwarna merah cerah. Di beberapa daerah, seperti di Jakarta, buah ini juga dinamai ceri (untuk ceri yang sebenarnya, lihat artikel ceri).

Di Lumajang, anak-anak menyebutnya baleci. Nama-nama lainnya di beberapa negara adalah datiles, aratiles, manzanitas (Filipina); mât sâm (Vietnam); khoom sômz, takhôb (Laos); takhop farang (Thailand); krâkhôb barang (Kamboja); dan kerukup siam (Malaysia). Juga dikenal sebagai capulin blanco, cacaniqua, nigua, niguito (bahasa Spanyol); Jamaican cherry, Panama berry, dan Singapore cherry (Inggris). Orang Belanda dulu menyebutnya Japanse kers ("ceri jepang"), yang lalu dari sini diambil menjadi kersen dalam bahasa Indonesia atau ada yang menyebutnya ceri.

3. Mangga (Mangifera indica)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan                      Plantae
Filum                           Magnoliophyta
Kelas                           Magnoliopsida
Ordo                            Sapindales
Famili                          Anacardiaceae
Genus                          : Mangifera
Spesies                        : M. indica
Nama binomial            Mangifera indica

Mangga atau mempelam adalah nama sejenis buah, demikian pula nama pohonnya. Mangga termasuk ke dalam marga Mangifera, yang terdiri dari 35-40 anggota, dan suku Anacardiaceae. Nama ilmiahnya adalah Mangifera indica.
Pohon mangga termasuk tumbuhan tingkat tinggi yang struktur batangnya (habitus) termasuk kelompok arboreus, yaitu tumbuhan berkayu yang mempunyai tinggi batang lebih dari 5 m. Mangga bisa mencapai tinggi 10-40 m.
Nama buah ini berasal dari Malayalam maanga. Kata ini dipadankan dalam bahasa Indonesia menjadi mangga; dan pada pihak lain, kata ini dibawa ke Eropa oleh orang-orang Portugis dan diserap menjadi manga (bahasa Portugis), mango (bahasa Inggris) dan lain-lain. Nama ilmiahnya sendiri kira-kira mengandung arti: “(pohon) yang berbuah mangga, berasal dari India”. Berasal dari sekitar perbatasan India dengan Burma, mangga telah menyebar ke Asia Tenggara sekurangnya semenjak 1500 tahun yang silam. Buah ini dikenal pula dalam berbagai bahasa daerah, seperti pelem atau poh (Jw.).

4. Pisang (Musa acuminata)
Kerajaan                      Plantae
Divisi                           Magnoliophyta
Kelas                           Liliopsida
Ordo                            Musales
Famili                          Musaceae
Genus                          : Musa
Spesies                        M. acuminata, M. balbisiana

Pisang adalah nama umum yang diberikan pada tumbuhan terna raksasa berdaun besar memanjang dari suku Musaceae. Beberapa jenisnya (Musa acuminata, M. balbisiana, dan M. ×paradisiaca) menghasilkan buah konsumsi yang dinamakan sama. Buah ini tersusun dalam tandan dengan kelompok-kelompok tersusun menjari, yang disebut sisir. Hampir semua buah pisang memiliki kulit berwarna kuning ketika matang, meskipun ada beberapa yang berwarna jingga, merah, hijau, ungu, atau bahkan hampir hitam. Buah pisang sebagai bahan pangan merupakan sumber energi (karbohidrat) dan mineral, terutama kalium. Perlu disadari, istilah "pisang" juga dipakai untuk sejumlah jenis yang tidak menghasilkan buah konsumsi, seperti pisang abaka, pisang hias, dan pisang kipas.

5. Rambutan (Nephelium lappaceum)

Kerajaan                      Plantae
(tidak termasuk)          Eudicots
(tidak termasuk)          Rosids
Ordo                            Sapindales
Famili                          Sapindaceae
Genus                          : Nephelium
Nama binomial            Nephelium lappaceumL.

Rambutan adalah tanaman tropis yang tergolong ke dalam suku lerak-lerakan atau Sapindaceae, berasal dari daerah kepulauan di Asia Tenggara. Kata "rambutan" berasal dari bentuk buahnya yang mempunyai kulit menyerupai rambut. 

Rambutan banyak terdapat di daerah tropis seperti Afrika, Kamboja, Karibia , Amerika Tengah, India, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand dan Sri Lanka

Pohon hijau abadi, menyukai suhu tropika hangat (suhu rata-rata 25 derajat Celsius), tinggi dapat mencapai 8m namun biasanya tajuknya melebar hingga jari-jari 4m. Daun majemuk menyirip dengan anak daun 5 hingga 9, berbentuk bulat telur, dengan variasi tergantung umur, posisi pada pohon, dan ras lokal

Pertumbuhan rambutan dipengaruhi oleh ketersediaan air. Setelah masa berbuah selesai, pohon rambutan akan merona (flushing) menghasilkan cabang dan daun baru. Tahap ini sangat jelas teramati dengan warna pohon yang hijau muda karena didominasi oleh daun muda. Pertumbuhan ini akan berhenti ketika ketersediaan air terbatas dan tumbuhan beristirahat tumbuh.

6. Jati (Tectona grandis)
Kerajaan                      Plantae
Divisi                           Magnoliophyta
Kelas                           Magnoliopsida
Ordo                            Lamiales
Famili                          Lamiaceae
Genus                          : Tectona
Spesies                        : T. grandis
Nama binomial            Tectona grandis

Jati adalah sejenis pohon penghasil kayu bermutu tinggi. Pohon besar, berbatang lurus, dapat tumbuh mencapai tinggi 30-40 m. Berdaun besar, yang luruh di musim kemarau. Jati dikenal dunia dengan nama teak (bahasa Inggris). Nama ini berasal dari kata thekku (à´¤േà´•്à´•്) dalam bahasa Malayalam, bahasa di negara bagian Kerala di India selatan. Nama ilmiah jati adalah Tectona grandis L.f. 

Jati dapat tumbuh di daerah dengan curah hujan 1 500 – 2 000 mm/tahun dan suhu 27 – 36 °C baik di dataran rendah maupun dataran tinggi.[1] Tempat yang paling baik untuk pertumbuhan jati adalah tanah dengan pH 4.5 – 7 dan tidak dibanjiri dengan air.[2] Jati memiliki daun berbentuk elips yang lebar dan dapat mencapai 30 – 60 cm saat dewasa.[1]

7. Jahe (Zingiber officinale)
Kerajaan                      Plantae
(tidak termasuk)          Monocots
(tidak termasuk)          Commelinids
Ordo                            Zingiberales
Famili                          Zingiberaceae
Genus                          : Zingiber
Spesies                        : Z. officinale
Nama binomial            Zingiber officinale

Jahe (Zingiber officinale), adalah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah. Rasa dominan pedas disebabkan senyawa keton bernama zingeron. Jahe termasuk suku Zingiberaceae (temu-temuan). Nama ilmiah jahe diberikan oleh William Roxburgh dari kata Yunani zingiberi, dari Bahasa Sanskerta, singaberi.
Jahe diperkirakan berasal dari India. Namun ada pula yang mempercayai jahe berasal dari Republik Rakyat Cina Selatan. Dari India, jahe dibawa sebagai rempah perdagangan hingga Asia Tenggara, Tiongkok, Jepang, hingga Timur Tengah. Kemudian pada zaman kolonialisme, jahe yang bisa memberikan rasa hangat dan pedas pada makanan segera menjadi komoditas yang populer di Eropa.

Karena jahe hanya bisa bertahan hidup di daerah tropis, penanamannya hanya bisa dilakukan di daerah katulistiwa seperti Asia Tenggara, Brasil, dan Afrika. Saat ini Equador dan Brasil menjadi pemasok jahe terbesar di dunia.

8. Puring (Codiaeum variegatum)

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan                      Plantae
Divisi                           Magnoliophyta
Kelas                           Magnoliopsida
Ordo                            Malpighiales
Famili                          Euphorbiaceae
Genus                          Codiaeum
Spesies                        : C. variegatum
Nama binomial            Codiaeum variegatum

Puring (Codiaeum variegatum), puding, atau kroton adalah tanaman hias pekarangan populer berbentuk perdu dengan bentuk dan warna daun yang sangat bervariasi. Beragam kultivar telah dikembangkan dengan variasi warna dari hijau, kuning, jingga, merah, ungu, serta campurannya. Bentuk daun pun bermacam-macam: memanjang, oval, tepi bergelombang, helainya "terputus-putus", dan sebagainya.

Secara botani, puring adalah kerabat jauh singkong serta kastuba. Ciri yang sama adalah batangnya menghasilkan lateks berwarna putih pekat dan lengket, yang merupakan ciri khas suku Euphorbiaceae.

Puring berasal dari Kepulauan Nusantara namun kini telah tersebar di seluruh daerah tropika dan subtropika, serta menjadi salah satu simbol turisme.

9. Sri rejeki Aglaonema
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan                      Plantae
Divisi                           Magnoliophyta
Kelas                           Liliopsida
Ordo                            Alismatales
Famili                          Araceae
Genus                          :Aglaonema

Aglaonemasri rejeki, atau chinese evergreen merupakan tanaman hias populer dari suku talas-talasan atau Araceae. Genus Aglaonema memiliki sekitar 30 spesiesHabitat asli tanaman ini adalah di bawah hutan hujan tropis, tumbuh baik pada areal dengan intensitas penyinaran rendah dan kelembaban tinggi.Tanaman ini memiliki akar serabut serta batang yang tidak berkambium (Berkayu).Daun Menyirip serta memiliki pembuluh pengangkut berupa xilem dan floem yang tersusun secara acak.
Kini berbagai macam Aglaonema hibrida telah dikembangkan dengan penampilan tanaman yang sangat menarik dengan bermacam-macam warna, bentuk, dan ukuran daun sehingga jauh berbeda dari spesies alami.
Share:

Adi Wiyata


Sekolah adiwiyata adalah Sekolah yan peduli lingkungan yang sehat, bersih serta lingkungan yang indah. Dengan adanya program adiwiyata diharapkan seluruh masyarakat di sekitar sekolah agar dapat menyadari bahwa lingkungan yang hijau adalah lingkungan yang sehat bagi kesehatan tubuh kita.ADIWIYATA berasal dari 2 kata sansekerta yaitu ADI dan WIYATA. Adi sendiri mempunyai arti yaitubesar, agung, baik, ideal atau sempurna. Sedangkan Wiyata mempunyai arti tempat dimana seseorang mendapatkan ilmu pengetahuan, norma dan etika.ADIWIYATA artinya tempat yang besar, agung, baik dan indah yang dimana tempat itu digunakan oleh seseorang untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, norma, dan etika.

Tujuan Adiwiyata : 
Membentuk sekolah peduli dan berbudaya lingkungan yang mampu berpartisipasi dan melaksanakan upaya pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan bagi kepentingan generasi sekarang maupun yang akan datang

Mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan melalui tata kelola sekolah yang baik untuk untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Prinsip-prinsip Dasar Program Adiwiyata
Partisipatif
Komunitas sekolah terlibat dalam manjemen yang meliputi keseluruhan proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi sesuai tanggung jawab dan peran.

Berkelanjutan
Seluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus menerus secara komprehensif.

Komponen Adiwiyata
Untuk mencapai tujuan Adiwiyata ada empat komponen program yang merupakan satu kesatuan yang utuh, diantaranya ;
  1. Kebijakan Berwawasan
  2. Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Lingkungan
  3. Kegiatan Lingkungan Berbasis Partisipasif
  4. Pengelolaan Sarana Pendukung Ramah Lingkungan
Keuntungan Program Adiwiyata
  1. Mendukung pencapaian standar kompetensi/ kompetensi dasar dan standar kompetensi lulusan (SKL) pendidikan dasar dan menengah
  2. Meningkatkan efesiensi penggunaan dana operasional sekolah melalui penghematan dan pengurangan konsumsi dari berbagai sumber daya dan energi
  3. Menciptakan kebersamaan warga sekolah dan kondisi bejar mengajar yang lebih nyaman dan kondusif
  4. Menjadikan tempat pembelajaran nilai-nilai pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan hidup yang baik dan bemar bagi warga sekolah dan masyarakat sekitar
  5. Meningkatkan upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui kegiatan pengendalian pencemaran, pengendalian kerusakan dan pelestarian fungsi lingkungan sekolah

Konsep 5 R dalam Lingkungan
Konsep 5 R sendiri berasal dari 5 kata dalam bahasa Inggris yaituReduce (Mengurangi), Reuse (Menggunakan kembali), Recycle (Mendaur Ulang), Replace (Menggunakan kembali) dan Replant (Menanam Kembali).
Berikut ini dijelaskan tentang konsep 5 R:
1. Recycle
Recycle atau mendaul ulang adalah kegiatan mengolah kembali atau mendaur ulang. Pada perinsipnya, kegitan ini memanfaatkan barang bekas dengan cara mengolah materinya untuk dapat digunakan lebih lanjut. Contohnya adalah memanfaatkan dan mengolah sampah organik untuk dijadikan pupuk kompos.

2. Reuse
Reuse atau penggunaan kembali adalah kegiatan menggunakan kembali material atau bahan yang masih layak pakai. Sebagai contoh, kantong plastik atau kantng kertas yang umumnya didapa dari hasil kita berbelanja, sebaiknya tidak dibuang tetapi dikumpulkan untuk digunakan kembali saat dibutuhkan. Contoh lain ialah menggunakan baterai isi ulang.

3. Reduce
Reduce atau Pengurangan adalah kegiatan mengurangi pemakaian atau pola perilaku yang dapat mengurangi produksi sampah serta tidak melakukan pola konsumsi yang berlebihan. Contoh menggunakan alat-alat makan atau dapur yang tahan lama dan berkualitas sehingga memperpanjang masa pakai produk atau mengisi ulang atau refill produk yang dipakai seperti aqua galon, tinta printer serta bahan rumah tangga seperti deterjen, sabun, minyak goreng dan lainnya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi potensi bertumpuknay sampah wadah produk di rumah Anda.

4. Replace
Replace atau Penggantian adalah kegiatan untuk mengganti pemakaian suatu barang atau memakai barang alernatif yang sifatnya lebih ramah lingkungan dan dapat digunakan kembali. Upaya ini dinilai dapat mengubah kebiasaan seseorang yang mempercepat produksi sampah. Contohnya mengubah menggunakan kontong plastik atau kertas belanjaan dengan membawa tas belanja sendiri yang terbuat dari kain.

5. Replant
Replant atau penamanan kembali adalah kegiatan melakukan penanaman kembali. Contohna melakukan kegiatan kreatif seperti membuat pupuk kompos dan berkebun di pekarangan rumah. Dengan menanam beberapa pohon, lingkungan akanmenjadi indah dan asri, membantu pengauran suhu pada tingkat lingkungan mikro (atau sekitar rumah anda sendiri), dan mengurnagi kontribusi atas pemanasan global.

Dengan menerapkan konsep 5 R yang telah dibahas, kita dapat ikut serta dalam melestarikan dan memelihara lingkungan agar tidak rusak atau tercemar.


Share:

Struktur Organisasi






Share:

Profil Sekolah

1.  Nama Sekolah                         :  SMP Negeri 10 Salatiga
2.  No. Statistik Sekolah / NPSN    : 201026201010 / 20328434
3.  Tipe Sekolah                            :  A/A1/A2/B/B1/B2/C/C1/C2
4.  Alamat Sekolah                        :  Jalan Argoboga Salatiga, Kecamatan Argomulyo, 
                                                       Kota Salatiga, Propinsi Jawa Tengah
5.  Telepon/HP/Fax                       :  (0298) 328173
6.  Email                                       :  smpn10 sl3@yahoo.co.id
7.  Status Sekolah                          :  Negeri/Swasta  (coret yang tidak perlu)
8.  Nilai Akreditasi Sekolah            :  A ,  Skor      =  86,20
9.  Luas Lahan, dan jumlah rombel :
     Luas Lahan                              : 7930       m2
     jumlah ruang pada lantai 1       : 34
     jumlah ruang pada lantai 2       : 6
     jumlah ruang pada lantai 3       : ......................
     Jumlah Rombel                       : 24   Nilai Akreditasi Sekolah       :  86,20

Share:

NETENZA PEDULI

Tak terasa sudah 4 bulan berlalu sejak munculnya virus korona yang merebak di Indonesia. Banyak sektor yang terdampak atas penyebaran vi...